Dunia TKI
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi | Pengaduan TKI | Karya TKI | TKI Professional | Berita Dunia | Download
Kirimkan tulisan atau informasi Anda yang bermanfaat bagi pembaca lainnya ke redaksi@duniatki.com atau aedna2011@hotmail.com
Search : 
 
 
Home | Asia Pasifik | Malaysia Butuh Pembantu dari Indonesia
Malaysia Butuh Pembantu dari Indonesia
Thu 08 September 2011 08:06 WIB | Sumber : koran tempo
\"Share

ist
Apakah Malaysia sedang sekarat karena krisis ekonomi atau lagi tertimpa gempa sehingga perlu untuk mengemis ke Indonesia? ternyata bukan. Masalahnya adalah, saat ini Malaysia kekurangan pembantu rumah tangga. Seperti diketahui, kedua Negara telah sepakat mencabut moratorium tentang pengiriman pembantu dari Indonesia awal Mei lalu.

Sebegitu parahnya, sampai-sampai Persatuan Agresi Pembantu Rumah Asing (PAPA) Malaysia mendesak Perdana Mentri Muhammad Najib Zarak mendesak Indonesia agar kembali mengirimkan para pembantu ke Malaysia, yang terhenti pengirimannya sejak penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara kedua Negara awal Mei lalu.

Namun, pihak Indonesia yang diwakili Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Suryana Satradiredja menolak desakan Malaysia tersebut. Beliau berpendapat jika permasalahan kekurangan pembantu Malaysia tidak usah ditanggapi secara serius, “Bukankah Pemerintah Indonesia akan mengambil pembantu asing dari Negara lain pada saat monatorium dulu? itu berarti mereka sanggup mencari pembantu selain dari Indonesia.”

Sejak moratorium awal Mei lalu, Malaysia mendatangkan pembantu rumah tangga dari Vietnam, Kamboja dan Filipina. Meskipun demikian, sampai saat ini Malaysia masih membutuhkan sekitar 35 ribu orang pembantu rumah tangga.  Malaysia menjerit akibat kekurangan pasokan pembantu.

Sekedar untuk diketahui, sampai saat ini sekitar 300 ribu pekerja Indonesia masih bertahan di Malaysia. Lebih lanjut, Persatuan Agresi Pembantu Rumah Asing Malaysia (PAPA) mengakui jika pembantu yang berasal dari Indonesia jauh lebih cekatan dibanding para pembantu dari Negara asing lainnya.

Penghentian pengiriman pembantu dari Indonesia ke Malaysia sejak Mei lalu, disebabkan oleh perlakuan tidak manusiawi yang sering kali menimpa pembantu Indonesia, baik di Malaysia maupun di Negara asing lainnya.

Disatu sisi, keputusan pemerintah yang memutuskan pengiriman pembantu ke Malaysia patut diacungkan jempol demi menjaga martabat bangsa dan menghindari “pelecehan kemanusiaan” yang kerap menimpa para pembantu kita. Meskipun demikian, disisi lain, penghentian pengiriman pembantu tersebut dapat berdampak buruk terhadap sosial-ekonomi Indonesia.

Dengan penghentian pengiriman pembantu keluar negeri, para pembantu kita akan kehilangan sumber pekerjaan di luar negeri. Apakah Indonesia bisa menampung seluruh pembantu yang terkenal gesit itu? tentu saja susah. Bagaimanapun, penyaluran pembantu ke Negara asing bisa membuka lahan pekerjaan baru, meningkatkan devisa Negara, dan secara langsung bisa mengurangi pengangguran di Negara kita.

Selain itu, dampak buruk yang bisa berakibat fatal jika pengiriman pembantu dihentikan adalah melonjaknya kepadatan penduduk di Indonesia. Ini tentu akan berakibat fatal di bidang sosial-ekonomi. Pengangguran tidak bisa terelakkan, kejahatan semakin meningkat, dan penyakit sosial seperti pelacuran, juga ikut meningkat. Selain itu, tentu saja penduduk miskin di Indonesia akan ikut melonjak.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah harus membuka lapangan pekerjaan baru dan menggalakkan pelatihan keterampilan bagi perempuan dengan cara memberikan bimbingan dan penyuluhan secara rutin. Perempuan-perempuan Indonesia bisa menjadi perempuan mandiri, bisa berwirausaha, memiliki keterampilan dan sanggup bersaing dengan perempuan lain untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak di dalam negeri sendiri. Hingga pada akhirnya, meskipun harus menjadi tenaga kerja indonesia, tetapi para perempuan Indonesia tidak lantas menjadi tenaga pembantu di negeri orang.

Masalahnya, apakah pemerintah punya pemikiran dan mau melakukan hal tersebut ketika kepentingan diri sendiri dan golongan sudah menjadi hal yang mutlak untuk direngkuh dan dinikmati sendiri? jangankan untuk memikirkan pembantu, sekedar memikirkan dan menindak para koruptor saja pemerintah terkesan tutup mata. Menunggu uluran tangan dan perhatian pemerintah, menjadi barang langka bukan hanya bagi kaum perempuan, tetapi bagi rakyat Indonesia pada umumnya. Ibarat roti, dana untuk kesejahteraan rakyat hanya sebuah simbol yang membuat para pejabat kenyang sendiri, sedangkan rakyat hanya kebagian kulit luarnya saja. Maka, untuk perempuan Indonesia, berhentilah berharap banyak kepada pemerintah, dan mulailah memikirkan nasib diri sendiri. Jadilah perempuan mandiri yang bisa tampil di garda depan sistem ekonomi kerakyatan, dan sesekali berusahalah menjadi tuan di negeri asing.
ichwan
 
Baca Juga
TKI Jatuh Jemur Pakaian di Lantai 13
Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Singapura, jatuh dari lantai 13 sebuah apartemen. Peristiwa ini terjadi pada 27 Juli lalu, tetapi baru terendus media saat ini.
Parlemen Hong Kong minta RI Benahi PJTKI
Delegasi parlemen Hongkong menyarankan pemerintah Indonesia untuk membenahi regulasinya terkait perusahaan pengerah jasa tenaga kerja (PJTKI) yang saat ini dinilai terlalu memberatkan para TKI, khususnya yang ada di Hongkong.
Pemutihan TKI Di Malaysia
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan pemerintah Malaysia menetapkan batas akhir pendaftaran pemutihan TKI pada Rabu 31 Agustus 2011.
Depnakertrans dan BI Kembali Galakkan Edukasi bagi TKI
Edukasi Keuangan Bagi TKI memang bukan barang baru.  Depnakertrans dengan sejumlah bank pernah melakukannya namun hasilnya kurang dapat dirasakan hingga saat ini.  Masalah utama adalah hubungan TKI dengan perbankan Indonesia ibarat dekat ketika panen saja namun ketika mereka mau berangkat sangat sedikit pembiayaan yang dapat dilakukan dengan berbagai kendala teknis termasuk banyaknya PJTKI yang nakal dan tak dapat dijadikan jaminan dalam pemberian kredit kepada TKI.
TKI Korea Overstay Capai 2.800
Jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang overstayers atau melampau batas izin tinggal tidak hanya terjadi di Timur Tengah. Di Korea Selatan, jumlah TKI overstayers mencapai 2.800 sampai 2.900 orang.  Menurut catatan Duniatki.com mereka banyak memilih overstay karena kalau pulang ke Indonesia sulit untuk kembali lagi dan membutuhkan biaya besar lagi.
    Berita Terbaru
Lokasi Jatuhnya Sukhoi Berada 2,5 Kilometer dari Kawah Ratu Lokasi Jatuhnya Sukhoi Berada 2,5 Kilometer dari Kawah Ratu
Sukhoi Superjet 100, Road Show yang Gagal
Penumpang Sukhoi Bukan 48 Tapi 47
Hasil dari otoposi tiga tki yang tewas di Malaysia dan Pemerintah Malaysia Minta Maaf kepada KBRI.
Kasus TKI kembali Guncang Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia
Polda NTB bungkam soal hasil otopsi TKI Malaysia
TKI Celaka di Singapura Asuransi dan Gaji tak Diterima
TKI jadi duta pariwisata Indonesia di luar negeri
Ditinggal Ibu Jadi TKI, Pelajar SMA Dihamili Ayah Tiri
KBRI Kairo Fasilitasi Pemulangan Lima TKI Bermasalah
 

 
    Berita Dunia
Investigasi Kasus Penembakan Tiga TKI-Wartawan SINDO Ditangkap Polisi Malaysia
Malaysia Tolak Tuduhan Perdagangan Organ Tubuh TKI
Kondisi jasad korban menerbitkan kecurigaan. "Semua korban dijahit pada kedua mata."
Gaji TKI Perawat di Jepang Rp 30 Juta Per Bulan
TKI Telantar di Arab Saudi bukan Ratusan tapi Ribuan
Satu Lagi TKI Asal Ponorogo Tewas
Jumlah WNI jadi WNA terbanyak di Hong Kong
TKI Formal Terbuka di Hongkong
TKI Tewas Dapat Asuransi Rp 55 Juta
12 TKI Terancam Hukuman Mati Tersangkut Sihir
 
Pusat Informasi TKI
Alur Proses Penempatan TKI
Mengenal PPTKIS dan BNP2TKI
Negara Tujuan TKI
Aturan Kerja di Luar Negeri
Pulang Bekerja di Luar Negeri
Daftar PPTKIS daerah DKI JAKARTA
Daftar PPTKIS daerah JATIM
Daftar PPTKIS daerah JABAR
Daftar PPTKIS daerah BANTEN
Daftar PPTKIS daerah JATENG
Daftar PPTKIS daerah RIAU
Daftar PPTKIS daerah SUMUT
Daftar PPTKIS daerah NTB
Daftar PPTKIS daerah LAMPUNG
Daftar PPTKIS daerah BALI
Daftar PPTKIS DI Yogyakarta
Daftar PPTKIS daerah KALBAR
Daftar PPTKIS daerah JAMBI
Daftar PPTKIS daerah NTT
Daftar PPTKIS daerah SUMBAR
Daftar PPTKIS daerah SUMSEL
Daftar PPTKIS daerah SULUT
Daftar PPTKIS daerah SULSEL
http://www.bnp2tki.go.id
  Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia. Badan ini mempunyai jangkauan hingga ke daerah-daerah kantong TKI dan menjadi rujukan yang dapat dipercaya karena merupakan badan pemerintah.
http://www.tkikorea.com
Website TKI yang berada di Koera dikerjakan oleh para awak  yang juga pekerja di tenah ginseng.
http://www.home.org.sg
  Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan diri dalam perlindungan TKI dan pekerja migrant umumnya yang berada di negara Singapura.
http://www.migrantcare.net
Lembaga Swadaya Masyarakat yang menaruh perhatian besar pada kondisi dan persoalan tenaga kerja Indonesia baik di negara tujuan maupun setelah kembali ke Indonesia.
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi
Pengaduan TKI | Terminal TKI | Karya TKI | About Us
Web Development by  sky vision media SKY VISION MEDIA
copyright ©2009-2010 duniatki.com All Rights Reserved