Dunia TKI
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi | Pengaduan TKI | Karya TKI | TKI Professional | Berita Dunia | Download
Kirimkan tulisan atau informasi Anda yang bermanfaat bagi pembaca lainnya ke redaksi@duniatki.com atau aedna2011@hotmail.com
Search : 
 
 
Home | Cerita TKI | Sebelas Tahun tak Pulang, Gaji Ditahan di Arab
Sebelas Tahun tak Pulang, Gaji Ditahan di Arab
Tue 04 October 2011 12:39 WIB | Sumber : JE
\"Share

ist

Namun, tak ada alamat Marsiyem di Arab Saudi disertakan di surat tersebut. Hanya ada nomor telepon selulernya. Marsiyem pun meminta keluarga segera menelepon jika telah menerima surat tersebut.

Permintaan itu pun dipenuhi keluarga besarnya yang tinggal di Desa Losari, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Purwokerto. Pada 13 Juni lalu, Mustardjo menelepon putrinya yang berusia 33 tahun itu dan tersambung.

Mustardjo menceritakan, Marsiyem dalam keadaan sehat. Marsiyem juga mengatakan pulang pada Agustus nanti atau selama Ramadan. Hanya persoalannya, gaji Marsiyem selama 11 tahun bekerja di keluarga itu belum dibayarkan.

?Marsiyem njaluk bali. Tapi, urung bisa. Gajine esig disemayani Agustus iki (Marsiyem ingin pulang. Tapi, belum bisa. Gaji Marsiyem masih dijanjikan dibayarkan Agustus 2011 ini)," ungkap Mustarjo yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu dalam bahasa Banyumasan.

Meski gembira karena Marsiyem yang telah "hilang" 11 tahun terakhir memberi kabar, sang ibu, Kasem, 64, tetap sedih dan terus sakit-sakitan karena memikirkan si anak. Kasem sering sakit dan tak tenang tiap malam menjelang tidur.

Menurut Arsim, saudara kandung Marsiyem yang mendampingi Mustardjo saat memberikan testimoni di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Kebenaran, Purwokerto, pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya kepada LBH Perisai Kebenaran untuk mengurus proses pemulangan Marsiyem.

            "Ya, alhamdulillah ada yang membantu. Meski baru menelepon, setidaknya keluarga lega. Namun, kami belum sampai di sini karena kami menginginkan Marsiyem dibayar selama 11 tahun dan pulang dengan kondisi sehat," terang Arsim.

            LBH Perisai Kebenaran pun sudah melayangkan somasi kepada PJTKI PT Avco Jaya Manunggal yang memberangkatkan Marsiyem dan KBRI di Riyadh pada April 2011 lalu. Namun, menurut Ketua LBH Perisai Sugeng, hingga kini tak ada repons dari pihak-pihak yang disomasi.

            Untuk itu, lanjut Sugeng, pihaknya akan mengirim somasi kedua pada pekan ini. "Seharusnya KBRI di Riyadh, Arab Saudi, yang menjawab somasi secara formal atas somasi yang telah kita (LBH Perisai Kebenaran, Red) layangkan pada April 2011. Sudah dua bulan sejak somasi, KBRI Riyadh dan PJTKI tak memberi kabar apa pun," kata Sugeng kepada wartawan kemarin.

            Sugeng juga menilai telepon dari Marsiyem justru mengindikasikan Pemerintah Indonesia lewat KBRI sangat lemah dalam upaya diplomatik perlindungan TKI. Semestinya, bukan Marsiyem yang memberi kabar ke rumah atau ke orang tuanya, melainkan KBRI.

            Sebenarnya, Arsim pernah mengupayakan kepulangan Marsiyem dengan datang sendiri ke Arab pada April 2008. Ketika itu, didapat kesepakatan yang melibatkan KBRI, majikan, perwakilan PT Avco Jaya Manunggal, dan Marsiyem. Isinya, dalam enam bulan setelah April 2008, Marsiyem dipulangkan dan dipenuhi seluruh haknya.

            ?Tapi, mana, sampai sekarang belum pulang kan" Itu yang akan kita lacak lagi," kata Sugeng.

            Sugeng memastikan, kalau somasi kedua tetap tak ditanggapi, LBH Perisai Kebenaran akan menggugat pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan Dinsosnakertrans Banyumas. Menurut Sugeng, upaya gugatan dilakukan karena pemerintah telah lalai dalam melindungi para tenaga kerja Indonesia.

            Di samping Marsiyem, LBH Perisai Kebenaran menangani satu TKI perempuan lain asal Purwokerto yang hak-haknya juga masih dikebiri. TKI yang bernama Wahyuningsih itu berasal dari Kalikidang RT 1/5, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja. Sejak berangkat pada 2002 dia belum pulang. Padahal, dari hubungan telepon yang dilakukan sang ayah, Hadi Sukamto, 63, sebulan lalu, Wahyuningsih mengutarakan dirinya ingin pulang.

            Sukamto yang kemarin menangis di depan Sugeng mengatakan, keluarganya sudah sangat berharap atas kepulangannya. "Bulan lalu telepon, pengen pulang. Tapi, tidak boleh sama majikannya," ungkap Sukamto.

            Persoalan gaji anaknya, kata Sukamto, juga belum diketahui apakah sudah dibayar atau belum. Dari data yang masuk di LBH Perisai Kebenaran, Wahyuningsih berangkat pada 4 Oktober 2002. Dia menggunakan jasa PT Titian Hidup Langgeng Jakarta yang sekarang berganti nama menjadi PT Alwa Nusantara Perdana.

            Kontrak pertama kerja enam tahun sejak berangkat pada 2002 sebagai penata laksana rumah tangga. Berarti Wahyuningsih seharusnya sudah pulang pada 2008.

            Wahyuningsih bekerja pada majikan bernama Mahmmud Abu Asida yang beralamat di PO BOX 4308 Madinah, Al Munawarah, Arab Saudi. Keluarga mengaku, Wahyuningsih pernah mengirim uang pada November 2009 untuk membeli hewan Qurban. Tapi, tidak jelas, apakah gajinya selama bekerja di majikan tersebut sudah sepenuhnya dibayar.

            ?Yang jelas, somasi pertama sudah dilayangkan ke PT dan KBRI. Intinya, menuntut PJTKI yang mengurus dan memberangkatkan bertanggung jawab. Apabila tidak ditindaklanjuti, akan dilakukan dengan jalur hukum," kata Sugeng.
AEN
 
Baca Juga
Gaji TKI Meninggal Rp50 Miliar Sulit Dicairkan
"Gaji TKI yang meninggal dunia cukup besar, akumulasinya sejak dulu hingga sekarang sekitar Rp50 miliar belum bisa dicairkan!
TKI ditemukan dalam koper pakaian di tangga hotel Kuala Lumpur
Rumiyati (34), pekerja asal Indonesia pada sebuah restoran di Kuala Lumpur, Malaysia, ditemukan tewas di tangga sebuah hotel di jalan Raja Laut, Kuala Lumpur, pada Minggu (5/2) yang diduga pelakunya adalah orang yang telah dikenalnya.
284 WNI Kasus Narkoba Divonis Mati di Luar Negeri
Sebanyak 284 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat kasus narkotik dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di luar negeri divonis hukuman mati. Dengan rincian 271 orang di Malaysia dan 13 orang di RRC.  "Jumlah WNI yang ditahan di luar negeri karena terlibat dalam jaringan sindikat narkoba internasional adalah 501 orang
TKI di Malaysia Palsukan Dokumen
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malysia, ikut program pemutihan pekerja asing tanpa izin (PATI) banyak menggunakan dokumen pendukung  tidak benar seperti KTP palsu, ataupun surat keterangan desa ataupun kampungnya yang juga diragukan keasliannya.
Anak TKI Terima Beasiswa
Sebanyak 29 siswa SD di Banyuwangi, menerima beasiswa dari sebuah bank swasta nasional. Ke-29 siswa itu adalah anak para TKI asal Banyuwangi, yang dianggap memiliki prestasi di pendidikan formal
    Berita Terbaru
Lokasi Jatuhnya Sukhoi Berada 2,5 Kilometer dari Kawah Ratu Lokasi Jatuhnya Sukhoi Berada 2,5 Kilometer dari Kawah Ratu
Sukhoi Superjet 100, Road Show yang Gagal
Penumpang Sukhoi Bukan 48 Tapi 47
Hasil dari otoposi tiga tki yang tewas di Malaysia dan Pemerintah Malaysia Minta Maaf kepada KBRI.
Kasus TKI kembali Guncang Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia
Polda NTB bungkam soal hasil otopsi TKI Malaysia
TKI Celaka di Singapura Asuransi dan Gaji tak Diterima
TKI jadi duta pariwisata Indonesia di luar negeri
Ditinggal Ibu Jadi TKI, Pelajar SMA Dihamili Ayah Tiri
KBRI Kairo Fasilitasi Pemulangan Lima TKI Bermasalah
 

 
    Berita Dunia
Investigasi Kasus Penembakan Tiga TKI-Wartawan SINDO Ditangkap Polisi Malaysia
Malaysia Tolak Tuduhan Perdagangan Organ Tubuh TKI
Kondisi jasad korban menerbitkan kecurigaan. "Semua korban dijahit pada kedua mata."
Gaji TKI Perawat di Jepang Rp 30 Juta Per Bulan
TKI Telantar di Arab Saudi bukan Ratusan tapi Ribuan
Satu Lagi TKI Asal Ponorogo Tewas
Jumlah WNI jadi WNA terbanyak di Hong Kong
TKI Formal Terbuka di Hongkong
TKI Tewas Dapat Asuransi Rp 55 Juta
12 TKI Terancam Hukuman Mati Tersangkut Sihir
 
Pusat Informasi TKI
Alur Proses Penempatan TKI
Mengenal PPTKIS dan BNP2TKI
Negara Tujuan TKI
Aturan Kerja di Luar Negeri
Pulang Bekerja di Luar Negeri
Daftar PPTKIS daerah DKI JAKARTA
Daftar PPTKIS daerah JATIM
Daftar PPTKIS daerah JABAR
Daftar PPTKIS daerah BANTEN
Daftar PPTKIS daerah JATENG
Daftar PPTKIS daerah RIAU
Daftar PPTKIS daerah SUMUT
Daftar PPTKIS daerah NTB
Daftar PPTKIS daerah LAMPUNG
Daftar PPTKIS daerah BALI
Daftar PPTKIS DI Yogyakarta
Daftar PPTKIS daerah KALBAR
Daftar PPTKIS daerah JAMBI
Daftar PPTKIS daerah NTT
Daftar PPTKIS daerah SUMBAR
Daftar PPTKIS daerah SUMSEL
Daftar PPTKIS daerah SULUT
Daftar PPTKIS daerah SULSEL
http://www.bnp2tki.go.id
  Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia. Badan ini mempunyai jangkauan hingga ke daerah-daerah kantong TKI dan menjadi rujukan yang dapat dipercaya karena merupakan badan pemerintah.
http://www.tkikorea.com
Website TKI yang berada di Koera dikerjakan oleh para awak  yang juga pekerja di tenah ginseng.
http://www.home.org.sg
  Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan diri dalam perlindungan TKI dan pekerja migrant umumnya yang berada di negara Singapura.
http://www.migrantcare.net
Lembaga Swadaya Masyarakat yang menaruh perhatian besar pada kondisi dan persoalan tenaga kerja Indonesia baik di negara tujuan maupun setelah kembali ke Indonesia.
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi
Pengaduan TKI | Terminal TKI | Karya TKI | About Us
Web Development by  sky vision media SKY VISION MEDIA
copyright ©2009-2010 duniatki.com All Rights Reserved