Salah satu keluarga korban, Halili menjelaskan Rosi menjadi TKI di Malaysia selama dua tahun. "Dia kerja bangunan. TKI resmi saudara saya ini. Dokumennya lengkap kok," katanya, Senin (31/10/11).
Halili mengetahui kematian Rosi setelah mendapat kabar dari Malaysia. "Saudara saya ini awalnya sakit. Demam katanya. Terus dirawat di rumah sakit hanya sehari semalam, kemudian meninggal," katanya.
Halili mengungkapkan, jenazah Rozi sudah dipulangkan dari Malaysia pukul 09.00 WIB, tadi pagi. "Untuk pemulangan jenazah dari Malaysia ke Surabaya menggunakan pesawat, biayanya ditanggung juragan yang di Malaysia. Termasuk biaya perawatan di rumah sakit," ujarnya.
Halili menambahkan, sesuai kesepakatan keluraga, jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya, Saronggi. "Keluarga Rosi sampai saat ini masih syok. Ya maklum, kematian Rosi bisa dibilang mendadak," imbuhnya.
Halili berharap ada bantuan dari Pemkab Sumenep, untuk biaya pemulangan jenazah dari Surabaya ke Sumenep. "Pemulangan dari Surabaya kan biaya sendiri. Yang ditanggung juragan dari Malaysia itu pemulangan dari Malaysia ke Surabaya," ungkapnya.