Dunia TKI
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi | Pengaduan TKI | Karya TKI | TKI Professional | Berita Dunia | Download
Kirimkan tulisan atau informasi Anda yang bermanfaat bagi pembaca lainnya ke redaksi@duniatki.com atau aedna2011@hotmail.com
Search : 
 
 
Home | Karya TKI | Perbaiki Rumah Tangga dan Biaya Anak
Perbaiki Rumah Tangga dan Biaya Anak
Thu 20 May 2010 15:21 WIB | Sumber : Dunia TKI
\"Share

Dunia TKI/oll
Di tengah-tengah kebingungan untuk menghidupi keluarga,akhirnya terbesitlah dalam pikiran saya untuk menjadi seorang TKI. Apalagi setelah mendengar kabar bahwa ternyata cukup banyak mantan TKI di daerah saya yang boleh dikatakan berhasil. Dari hasil bekerja selama menjadi TKI, diantara mereka ada yang bisa membangun rumah, membuka toko atau membeli sawah. Saya kemudian berpikir, pekerjaan apalagi yang bisa menghasilkan uang cukup banyak selain menjadi TKI ke luar negeri.
Singkat kisah, pada tahun 2000, bertemulah saya dengan seorang sponsor atau agen pengiriman TKI ke luar negeri. Namun ketika tawaran untuk menjadi TKI itu ada, saya malah takut pergi jauh dari anak-anak dan keluarga, apalagi harus bekerja  sebagai TKI, keberanian untuk TKI kembali munculdalam diri saya. Saya memilih menjadi TKI pada dasarnya juga demi anak-anak, pikirku.
Setelah mendapat ijin dari orang tua, pada tahun itulah saya mempersiapkan segala sesuatunya demi memenuhi persyaratan pemberangkatan sebagai pekerja rumah tangga (PRT) keluar negeri. Termasuk meminjam sejumlah uang dari tetangga untuk mengurus keperluan administrasi dan dokumentasi. Demi menjadi TKI, saya rela meminjam uang yang cukup besar meskipun pengembaliannya dikenai bunga seratus persen.
Tidak seberapa lama , akhirnya saya bersama para perempuan calon TKI lain dan sponsor berangkat ke salah satu perusahaan pengerah TKI di Jakarta. Saya lupa nama perusahaan itu. Selama di Jakarta saya sempat mengikuti pelatihan dan prosedural lain yang katanya sebagai syarat agar bisa dikirim ke negera tujuan.Waktu itu tujuan bekerja saya Abu Dhabi.
Setelah sejumlah persyaratan saya penuhi, akhirnya saya dan rekan-rekan TKI lain berangkat ke negara tujuan dengan pesawat terbang. Pengalaman ini cukup mengesankan. sebab inilah pertama kali saya naik pesawat terbang. Alhamdulillah, di sana saya ditempatkan bekerja pada keluarga majikan yang baik kepada saya. SSeingat saya, selama bekerja di sana, saya merasa tidak pernah diperlakukan secara kasar sekalipun diantara saya dan keluarga majikan yang berjumlah lima orang itu (suami-istri, dan ketiga anaknya yang sudah dewasa) pernah terjadi kesalahpahaman. Hal ini terjadi karena awalnya saya agak sulit beradaptasi dengan istiadat keluarga di sana. Namun lama kelamaan saya bisa belajar menyesuaikan diri dengan budaya keluarga majikan.
Sebagai PRT, saya mengerjakan berbagai pekerjaan seperti membersikan rumah, mencuci, memasak, terkadang belanja untuk keperluan dapur. Dalam spekan, saya mendapatkan satu hari libur. Saat itulah saya sering diajak jalan-jalan.
Dalam setiap bulannya, majikan pun selalu memberikan gaji saya yang dalam Rupiah besarnya sekitar 1,3 juta. Setiap bulan pula, melalui wesel saya mengirimkan sebagian gaji saya ke kewluarga di kampung. Gaji itu digunakan untuk membayar cicilan utang ketika mengurus keperluan proses administrasi dan dokumentasi sebelum berangkat ke Abu Dhabi. Sisanya di pakai membiayai keperluan kedua anak saya yang saya titipkan pada orang tua. Termasuk melanjutkan pendidikan sekolah mereka yang dulu sempat terhenti (keluar dari sekolahnya) karena tidak ada biaya. Bahkan dari kiriman uang hasil bekerja selama sekitar dua tahun itu juga dipakai memperbaiki rumah saya tinggalkan memang sudah tampak banyak bagian yang rusak.
Setelah bekerja dua tahun di Abu Dhabi, kontrak saya berakhir. Rasa kangen terhadap anak-anak dan orang tua membuat saya memutuskan untuk segera pulang ke kampung halaman. Waktu itu,saya pulang membawa uang sekitar 11 juta rupiah. Namun sayangnya, uang tersebut tidak bisa saya kelola secara produktif dengan membuka warung atau dagang keci-kecilan misalnya. Melainkan habis terpakai untuk memperbaiki rumah yang ternyata masih ada yang rusak, dipinjem saudara-saudara saya, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Agustus 2006 saya berencana kembali bekerja sebagai PRT di luar negeri dengan negara tujuan Syiria. segala proses persyaratan sudah saya penuhi. Tinggal menunggu keberangkatanya saja. Saya bertekad, hasil dari bekerja di sana akan saya pergunakan untuk membuka usaha wlaupun warung kecil-kecilan.
 
Ruslan
 
Baca Juga
Kisah TKI Pulang Cuti dari Korea

Nama saya, Sutaryono - bukan nama sebenarnya -- status saya pemegang visa E-9-2 (visa yang dilahirkan dari depnaker Indonesia dan Korea).

    Berita Terbaru
Lokasi Jatuhnya Sukhoi Berada 2,5 Kilometer dari Kawah Ratu Lokasi Jatuhnya Sukhoi Berada 2,5 Kilometer dari Kawah Ratu
Sukhoi Superjet 100, Road Show yang Gagal
Penumpang Sukhoi Bukan 48 Tapi 47
Hasil dari otoposi tiga tki yang tewas di Malaysia dan Pemerintah Malaysia Minta Maaf kepada KBRI.
Kasus TKI kembali Guncang Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia
Polda NTB bungkam soal hasil otopsi TKI Malaysia
TKI Celaka di Singapura Asuransi dan Gaji tak Diterima
TKI jadi duta pariwisata Indonesia di luar negeri
Ditinggal Ibu Jadi TKI, Pelajar SMA Dihamili Ayah Tiri
KBRI Kairo Fasilitasi Pemulangan Lima TKI Bermasalah
 

 
    Berita Dunia
Investigasi Kasus Penembakan Tiga TKI-Wartawan SINDO Ditangkap Polisi Malaysia
Malaysia Tolak Tuduhan Perdagangan Organ Tubuh TKI
Kondisi jasad korban menerbitkan kecurigaan. "Semua korban dijahit pada kedua mata."
Gaji TKI Perawat di Jepang Rp 30 Juta Per Bulan
TKI Telantar di Arab Saudi bukan Ratusan tapi Ribuan
Satu Lagi TKI Asal Ponorogo Tewas
Jumlah WNI jadi WNA terbanyak di Hong Kong
TKI Formal Terbuka di Hongkong
TKI Tewas Dapat Asuransi Rp 55 Juta
12 TKI Terancam Hukuman Mati Tersangkut Sihir
 
Pusat Informasi TKI
Alur Proses Penempatan TKI
Mengenal PPTKIS dan BNP2TKI
Negara Tujuan TKI
Aturan Kerja di Luar Negeri
Pulang Bekerja di Luar Negeri
Daftar PPTKIS daerah DKI JAKARTA
Daftar PPTKIS daerah JATIM
Daftar PPTKIS daerah JABAR
Daftar PPTKIS daerah BANTEN
Daftar PPTKIS daerah JATENG
Daftar PPTKIS daerah RIAU
Daftar PPTKIS daerah SUMUT
Daftar PPTKIS daerah NTB
Daftar PPTKIS daerah LAMPUNG
Daftar PPTKIS daerah BALI
Daftar PPTKIS DI Yogyakarta
Daftar PPTKIS daerah KALBAR
Daftar PPTKIS daerah JAMBI
Daftar PPTKIS daerah NTT
Daftar PPTKIS daerah SUMBAR
Daftar PPTKIS daerah SUMSEL
Daftar PPTKIS daerah SULUT
Daftar PPTKIS daerah SULSEL
http://www.bnp2tki.go.id
  Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia. Badan ini mempunyai jangkauan hingga ke daerah-daerah kantong TKI dan menjadi rujukan yang dapat dipercaya karena merupakan badan pemerintah.
http://www.tkikorea.com
Website TKI yang berada di Koera dikerjakan oleh para awak  yang juga pekerja di tenah ginseng.
http://www.home.org.sg
  Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan diri dalam perlindungan TKI dan pekerja migrant umumnya yang berada di negara Singapura.
http://www.migrantcare.net
Lembaga Swadaya Masyarakat yang menaruh perhatian besar pada kondisi dan persoalan tenaga kerja Indonesia baik di negara tujuan maupun setelah kembali ke Indonesia.
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi
Pengaduan TKI | Terminal TKI | Karya TKI | About Us
Web Development by  sky vision media SKY VISION MEDIA
copyright ©2009-2010 duniatki.com All Rights Reserved