|
|
| Home | TKI Professional | Herlan Indrawan, TKI Sukses Korea dengan Tiga Usaha |
|
|
Herlan Indrawan, TKI Sukses Korea dengan Tiga Usaha
Sat 05 February 2011 11:46 WIB | Sumber : kampungtki.com |
|
 kmpngtki |
Sekarang ia memiliki tiga kegiatan usaha, yaitu Kursus Bahasa Korea, Foto Copy dan Percetakan serta batu belah. Dari tiga bisnsinya itu, dalam sebulan Herlan bisa meraih omset Rp 12 juta. Februari 2000 Herlan pergi ke Korea. Ia bekerja di perusahaan pengecetan mobil Daewoo. Saat bekerja ia mendapatkan gaji sebesar Rp 3, 8 juta perbulannya, sedangkan jika lembur Herlan bisa memperoleh gaji sebesar Rp 7,5 juta perbulannya. “Bekerja di Korea sangat nyaman semua hak-hak pekerja sangat terjamin dan terpenuhi. Karenaya saya sangat betah disana,” papar Herlan yang mengaku pernah dua kali bekerja di perusahaan Korea ini.' Selama 1 tahun dua bulan ia bekerja di pengecetan mobil Daewo. Kemudian pada pertengahan 2002 ia pindah bekerja pada perusahaan peleburan plastik. Barulah pada 2005 bapak dari tiga anak ini pulang ke kampung halamannya di Lampung Timur. “Di perusahaan yang kedua saya bekerja selama tiga tahun. Untuk gaji diperusahaan peleburan plastik lebih tinggi dari perusahaan pertama. Dalam sebulan saya bisa memperoleh gaji Rp 4,8 juta dan jika ditambah lembur saya bisa dapat Rp 9-10 juta,” jelasnya. Setelah pulang ke tanah air, pria kelahiran Lampung Timur, 26 Mei 1974 ini kemudian membukalembaga kursus bahasa Korea. Ia mengaku peluang membuka kursus bahasa Korea sangat menjanjikan karena banyak calon TKI yang ingin bekerja disana. “Pada 2005 saya langsung membuka kursus bahasa Korea di Metro. Selama berdiri sampai sekarang sudah ada sekitar 400calon TKI yang kursus di tempat saya. Dan sekitar 200 orang mereka kini bekerja di Korea melalui program Government To Government (G TO G) BNP2TKI,” tuturnya. Dalam melaksanakan operasional lembaga kursusnya, ia dibantu istrinya Amelia Silvana dan seorang pengajar. “Saya bertindak sebagai kepala kursus. Untuk manajemen sudah saya serahkan kepada istri,” paparnya.' Selain membuka kursus, Herlan juga mempunyai usaha foto copy dan percetakan. Ia mengaku usaha foto copy dan percetakannnya dirintis sejak tahun 2003. Saat itu Herlan masih bekerja di Korea dan istrinya yang menjalankan usaha tersebut. “Modal yang dipakai membuka kursus dan bisnis foto copy dan percetakan saya dapat dari hasilKorea. Alhamdulillah semuanya sekarang berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” jelas Herlan yang mengaku mempekerjakanlima pegawai pada usaha foto copy dan percetakan itu. Selain dua bisnis tersebut, Herlan juga mempunyai usaha batu belah. Usaha ini ia rintis pada pertengahan 2009. Untuk bisnis batu belah, Herlan masih bekerjasama dengan orang lain alias bagi hasil. “Dari ketiga usaha yang saya geluti setiap bulan saya memperolah omset sekitar Rp 12 juta. Setelah dipotong biaya operasional dan bayar gaji pegawai, perbulannya saya dapat untung Rp 6-7 juta,” tuturnya. DTKI/Ollen
|
|
| |
|
|
|
| |
 |
TKI yang jadi Profesional Nurhidayat (33) adalah Tenaga Kerja Indinoesia (TKI) Purna Taiwan yang kini sukses bekerja sebagai marketing dipersusahaan Quiet Intertanional Limited. Perusahaan tersebut menjual alat terapi kesehatan dan kebugaran yang produknya berasal dari Jerman. Setiap pekannya Nurhidayat mendapatkan gaji sebesar $ 250. |
 |
Merry Sukses di Singapura Berkat Mimpi dan Kerja Keras Seperti tanaman, bibit yang baik hanya akan tumbuh subur jika kita menyiapkan tanah dan pupuk yang baik. Begitu juga keajaiban. Keajaiban pada dasarnya datang menghampiri orang-orang yang selama hidupnya bekerja keras dan berbuat yang terbaik dengan tujuan hidup yang jelas. |
 |
TKI Profesor di Malaysia Kendati mencari nafkah di luar negeri, bukan berarti ilmuwan ini tidak cinta tanah air. Penggondol berbagai gelar ini mengaku masih menjunjung tinggi nasionalisme. Ia adalah TKI Profesor di Malaysia. |
 |
Hamami, Mantan TKI Jadi Sekretaris Desa Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Brunai Darussaalam ini kini sudah sukses. Hamami (39) sudah mejadi Sekretaris Desa (Sekdes) di desanya Sinar Banten, Talang Padang, Tanggamus. Ia juga mempunyai usaha percetakan. |
 |
Kisah Sukses TKI Taiwan Jadi Kepala Desa Kepala Desa Sinar Petir, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus ini adalah mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Taiwan. Selain menjadi Kades, ia juga mempunyai perkebunan kakau dan budidaya ikan. |