|
|
| Home | TKI Professional | Kisah Sukses TKI Taiwan Jadi Kepala Desa |
|
|
Kisah Sukses TKI Taiwan Jadi Kepala Desa
Wed 23 February 2011 14:17 WIB | Sumber : Bnp2tki.go.id |
|
 bnp2tki |
Berakit-rakit dahulu berenang ketepian. Bersakit sakit dahulu barulah bersenang kemudian. Kiasan kalimat inilah mungkin cocok untuk menggambarkan kisah hidup Bilnata sebelum sukses seperti sekarang ini. Sebelum memimpin desa Sinar Petir, Bilnata terlebih dahulu bekerja sebagai TKI di Taiwan. Pada 1999, lelaki berbadan tambun ini pergi ke Taiwan. Ia bekerja di PT Lungewi sebuah perusahaan elektronik yang berada di daerah Tauyen. “Saat itu bekerja sebagai TKI memang pilihan hidup. Sulitnya mencari pekerjaan di kampung memaksa saya bekerja ke Taiwan,” ujar Bilnata usai acara Sosialiasi P4TKI Lampung di Talang Padang, Tanggamus, Selasa (22/2). Selama bekerja di Taiwan, Biltana mengaku memperoleh gaji pokok setiap bulannya sebesar Rp 4,5 juta. Sedangkan jika ditambah dengan gaji lembur ia bisa mendapatkan gaji hingga Rp 8 juta. “Pernah dalam sebulan saya dapat uang gaji hingga Rp 20 juta. Gaji sebesar itu sudah termasuk bonus dan tunjangan lainnya,” papar bapak tiga anak ini. Menjadi Kepala Desa Setelah selesai kontrak, pada 2001, Bilnata pulang ke kampung halamnnya di Tanggamus, Lampung. Pada 2005, pria yang lahir di Lampung, 15 April 1970 ini mencalonkan diri menjadi kepala pekon (lurah) di kampung halamannya Sinar Petir, Talang Padang, Tanggamus. “Saat mencalonkan diri menjadi kepala desa saya maju dengan rasa optimistis dan percaya diri. Alhamdulilah, tanpa diduga saya terpilih menjadi kepala desa,” cerita Bilnata sumringah. Ia mengaku jabatan Kepala desa yang diembannya sekarang adalah amanah dan kepercayaan masyarakat yang diberikan untuk dirinya. Sebagai mantan TKI, Bilnata selalu mengajak warganya untuk mengikuti cara-cara benar jika ingin menjadi TKI. “Di Lampung, Kabupaten Tanggamus termasuk salah satu kantong TKI. Banyak TKI asal Talang Padang yang bekerja di Timur Tengah dan kawasan Asia Fasifik,” paparnya. Dari 2005 hingga sekarang, Bilnata masih dipercaya sebagai kepala Desa Sinar Petir, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Meski gaji kepala desa lebih kecil dari gajinya saat menjadi TKI Taiwan, Bilnata tetap bahagia menjalaninya. Selain menjadi kepala desa, Bilnata juga memiliki kebun kakau seluas 3 hektar. Saat ini, ia juga tengah merintis usaha budi daya ikan air tawar. “Kebun kakao baru dimulai sekitar dua tahun yang lalu, sedangkan ikan dimulai setahun lalu. Kedua usaha itu memang masih baru dan belum memperoleh hasil panen yang maksimal,” jelasnya. Hadir pula dalam acara sosialisasi P4TKI Lampung itu, Muhtarom Koordinator P4TKI Lampung, Merah Hasan Ilyas, Kabid Pelatihan dan Penempatan Disnaketrans Provinsi Lampung, Kasmanudin, Kepala Bidang Pengawasan dan Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Kab. Tanggamus, Sekretaris Camat dan para Kepala Desa se Kecamatan Talang Padang, Tanggamus. DTKI/Ollen
|
|
| |
|
|
|
| |
 |
Baca Juga |
 |
TKI yang jadi Profesional Nurhidayat (33) adalah Tenaga Kerja Indinoesia (TKI) Purna Taiwan yang kini sukses bekerja sebagai marketing dipersusahaan Quiet Intertanional Limited. Perusahaan tersebut menjual alat terapi kesehatan dan kebugaran yang produknya berasal dari Jerman. Setiap pekannya Nurhidayat mendapatkan gaji sebesar $ 250. |
 |
Merry Sukses di Singapura Berkat Mimpi dan Kerja Keras Seperti tanaman, bibit yang baik hanya akan tumbuh subur jika kita menyiapkan tanah dan pupuk yang baik. Begitu juga keajaiban. Keajaiban pada dasarnya datang menghampiri orang-orang yang selama hidupnya bekerja keras dan berbuat yang terbaik dengan tujuan hidup yang jelas. |
 |
TKI Profesor di Malaysia Kendati mencari nafkah di luar negeri, bukan berarti ilmuwan ini tidak cinta tanah air. Penggondol berbagai gelar ini mengaku masih menjunjung tinggi nasionalisme. Ia adalah TKI Profesor di Malaysia. |
 |
Hamami, Mantan TKI Jadi Sekretaris Desa Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Brunai Darussaalam ini kini sudah sukses. Hamami (39) sudah mejadi Sekretaris Desa (Sekdes) di desanya Sinar Banten, Talang Padang, Tanggamus. Ia juga mempunyai usaha percetakan. |
 |
Herlan Indrawan, TKI Sukses Korea dengan Tiga Usaha Herlan Indrawan (36), mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan ini sudah menuai sukses. |
|
|