|
|
| Home | TKI Professional | Hamami, Mantan TKI Jadi Sekretaris Desa |
|
|
Hamami, Mantan TKI Jadi Sekretaris Desa
Sat 05 March 2011 12:41 WIB | Sumber : Bnp2tki.go.id |
|
 bnp2tki |
Kendati tidak terlalu lama menjadi TKI, ternyata Hamami bisa membuktikan dirinya menjadi orang sukses. Ia hanya bekerja tiga bulan sebagai TKI di Brunai Daarussalam. Hamami bekerja sebagai perawat kebun di kerajaan Sultan Hasanah Bolkiah. “Pada 1999 saya bekerja di kerajaan Sultan Brunai. Saat itu saya mendapatkan gaji sekitar Rp 1,2 juta,” jelas Hamami. Ia mengaku setelah tiga bulan bekerja memilih pulang ke kampung halamannya dengan tujuan mencari pekerjaan lain. Hamami mengatakan berhentidari pekerjaannya karena adatemannya menawarkan pekerjaan ke Singapura.' “Saat bekerja di Brunai saya merasa kerasan apalagi disana banyak TKI jadi banyak teman. Tapi karena ada pekerjaan lain makanya saya memilih berhenti,”ucap pria yang lahir di Lampung, 20 Oktober 1971 ini. Gayung tak bersambut mulus, ternyata tawaran pekerjaan ke Singapura yang Hamami bayangkan tidak sesuai dengan rencana. Setelah beberapa bulan menunggu ia pun tidak kunjung berangkat ke Singapura. Alhasil Hamami pun kembali menganggur. Ditengah waktu menganggur itu, Hamami kemudian merintis sebuah usaha percetakan di kampung halamannya Sinar Banten, Talang Padang, Tanggamus. Dengan berbekal hasil uang bekerja di Brunai, Hamamipun memulai usahanya. “Saya buka percetakan seperti buat plang papan nama, spanduk, ucapan ulang tahun, kartu nama dan lainnya. Usaha ini saya buat untuk mengisi hari-hari lengang aja, daripada menganggur,”paparnya. Sampai saat ini usaha percetakan Hamami memang masih berjalan. Ia mengaku sudah banyak orang yang mencetak berbagai macam cetakan ditempatnya. Tetapi, saat ditanya berapa omset yang didapat dari percetakannya Hamami engangan menyebutkannya. “Yang jelas omsetnya sudah lumayan,”jelas Hamami sambil tersenyum. Jadi Sekdes Sambil merintis usahanya, Hamami pun aktif menjadi perangkat desa di desanya. Pada 2004, ia bekerja sebagai sekretaris desa (Sekdes) Sinar Banten. Waktu terus berjalan, keaktifan Hamami di desanya ternyata membawa keberuntungan untuk dirinya. “Setelah beberapa tahun menjadi Sekdes, Alhamdulilah saya diangkat menjadi pegawai tetap. Pada 2009 saya resmi dilantik jadi Pegawai Negeri Sip (PNS),” ujarnya dengan nada bahagia. Sebagai mantan TKI, Hamami mengaku sedikit tahu tentang bagaimana cara bekerja jika ingin menjadi TKI. Karena itu, ia selalau memberikan arahan dan cara menjadi TKI prosedural kepada warganya. Di desa kami banyak warga yang bekerja menjadi TKI. Saya berharap kepada warga Sinar Banten agar menjadi TKI dengan cara yang benar dan resmi. Sehingga nanti kembali dengan selamat dan sukses,”tutupnya. DTKI/Ollen
|
|
| |
|
|
|
| |
 |
Baca Juga |
 |
TKI yang jadi Profesional Nurhidayat (33) adalah Tenaga Kerja Indinoesia (TKI) Purna Taiwan yang kini sukses bekerja sebagai marketing dipersusahaan Quiet Intertanional Limited. Perusahaan tersebut menjual alat terapi kesehatan dan kebugaran yang produknya berasal dari Jerman. Setiap pekannya Nurhidayat mendapatkan gaji sebesar $ 250. |
 |
Merry Sukses di Singapura Berkat Mimpi dan Kerja Keras Seperti tanaman, bibit yang baik hanya akan tumbuh subur jika kita menyiapkan tanah dan pupuk yang baik. Begitu juga keajaiban. Keajaiban pada dasarnya datang menghampiri orang-orang yang selama hidupnya bekerja keras dan berbuat yang terbaik dengan tujuan hidup yang jelas. |
 |
TKI Profesor di Malaysia Kendati mencari nafkah di luar negeri, bukan berarti ilmuwan ini tidak cinta tanah air. Penggondol berbagai gelar ini mengaku masih menjunjung tinggi nasionalisme. Ia adalah TKI Profesor di Malaysia. |
 |
Kisah Sukses TKI Taiwan Jadi Kepala Desa Kepala Desa Sinar Petir, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus ini adalah mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Taiwan. Selain menjadi Kades, ia juga mempunyai perkebunan kakau dan budidaya ikan. |
 |
Herlan Indrawan, TKI Sukses Korea dengan Tiga Usaha Herlan Indrawan (36), mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan ini sudah menuai sukses. |
|
|