|
|
| Home | TKI Professional | TKI Profesor di Malaysia |
|
|
TKI Profesor di Malaysia
Tue 29 March 2011 13:14 WIB | Sumber : Bnp2tki.go.id |
|
 bnp2tki |
Profesor Dr. Irwandi Jaswir, adalah associate professor di Departemen Teknik Bioteknologi, International Islamic University Malaysia (IIUM). Ia salah satu warga Indonesia yang lebih memilih mengembangkan ilmu pengetahuan di Kuala Lumpur, Malaysia. ”Saya mencari kondisi yang nyaman untuk beraktivitas, khususnya ketika mengembangkan riset dan mengajar," ujarnya. Setelah lulus dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di bidang teknologi pangan pada 1993, ia sudah mempublikasikan riset dari negara tetangga. Meski secara teknis belum pernah berkecimpung secara akademik di Indonesia, Irwandi yang berasal dari keluarga dosen menilai, di Malaysia, kondisi untuk periset jauh lebih unggul dari Indonesia. "Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa keinginan untuk riset di Indonesia tidak terlalu besar dan belum terfasilitasi dengan baik,” ujar dosen yang ikut membentuk departemen bioteknologi pertama kali di IIUM ini. Menurut Irwandi, iklim di Malaysia membantu para ilmuwan dalam lingkup akademisi untuk fokus melakukan penelitian dan mempublikasikan studi di jurnal internasional. Berbeda dengan Indonesia, dimana beberapa universitas kerap menuntut jam mengajar pada para peneliti atau dosen. Kondisi ini membuat kontribusi riset menurun setelah berada di Indonesia. “Di Malaysia, mereka tahu saya memang orang riset. Apapun yang saya harapkan di proposal sebagian besar disetujui. Selain itu saya bebas berkarya dan menarik mahasiswa Indonesia untuk menjadi S2 dan S3.” paparnya Ia menambahkan, keunggulan di negeri lain salah satunya adalah mudahnya pendanaan yang diberikan, dibandingkan birokrasi. Anggaran riset Malaysia dinilai Irwandi jauh lebih baik. Karenanya, ilmuwan tidak perlu khawatir dan memusingkan diri dengan pencarian dana. Cukup fokus kepada penelitian. Selain itu, dunia akademik di luar negeri lebih selektif. Seperti meluluskan keberadaan suatu departemen yang sangat sulit, karena perlu survei dari berbagai tahapan. Selain itu, ada tuntutan baku dan jelas dari unversitas kepada dosen. Contohnya, batas untuk jumlah materi hasil studi dan jam pengajaran. Menurutnya, di Malaysia, para dosen setiap tahun mendapat evaluasi ketat. “Di Malaysia, saya menjadi tertantang untuk menunjukkan eksistensi diri,” kata Irwandi. Ia pun menganggap dari segi industri, hal seperti ini dianggap sebagai quality control yang sangat baik. Jadwal tersusun dengan jelas. Di luar negeri, orang harus komitmen dan profesional.“Kalau tidak terbiasa kita pasti merasa ini sangat rumit. Tapi lama-lama kita menyadari bahwa ini cara untuk maju,” tegas Irwandi. Ia pun meminta, pilihannya untuk bekerja di luar negeri tidak dianggap sebagai kurangnya rasa nasionalisme. Namun, lebih dipandang dari segi profesionalisme, di mana persaingan atas ilmu pengetahuan, bisa dilakukan di negara mana saja. "Saya penyuka tantangan, ketika berada di luar negeri pun, saya tetap warga negara yang membawa nama Indonesia,” paparnya Saat ini Irwandi sudah menjadi ilmuwan yang sangat terkenal dan menjadi salah satu putra terbaik Indonesia yang sukses di negeri orang. Malaysia. Kalau tidak salah salah satu temuannya adalah teknik yang mambuat mudah kita menganilisis suatu bahan makanan itu mengandung minyak babi atau tidak. Dia sudah berhasil mencuri perhatian luar biasa dari masyarakat dan pemerintah Malaysia, dan belakangan juga media Indonesia. Irwandi pun tidak menutup kemungkinan dirinya kembali ke Indonesia untuk berkontribusi. Ia pun akan mencermati apakah dirinya bisa berkembang dengan sistem yang berlaku di tanah air. "Saat ini saya tidak tahu karena belum pernah coba melamar pekerjaan di Indonesia. Saya tertarik pulang sebagai warga negara Indonesia. Tapi, pertimbangan lebih dari itu, ” ujar Iswandi pelan. DTKI/Ollen
|
|
| |
|
|
|
| |
 |
Baca Juga |
 |
TKI yang jadi Profesional Nurhidayat (33) adalah Tenaga Kerja Indinoesia (TKI) Purna Taiwan yang kini sukses bekerja sebagai marketing dipersusahaan Quiet Intertanional Limited. Perusahaan tersebut menjual alat terapi kesehatan dan kebugaran yang produknya berasal dari Jerman. Setiap pekannya Nurhidayat mendapatkan gaji sebesar $ 250. |
 |
Merry Sukses di Singapura Berkat Mimpi dan Kerja Keras Seperti tanaman, bibit yang baik hanya akan tumbuh subur jika kita menyiapkan tanah dan pupuk yang baik. Begitu juga keajaiban. Keajaiban pada dasarnya datang menghampiri orang-orang yang selama hidupnya bekerja keras dan berbuat yang terbaik dengan tujuan hidup yang jelas. |
 |
Hamami, Mantan TKI Jadi Sekretaris Desa Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Brunai Darussaalam ini kini sudah sukses. Hamami (39) sudah mejadi Sekretaris Desa (Sekdes) di desanya Sinar Banten, Talang Padang, Tanggamus. Ia juga mempunyai usaha percetakan. |
 |
Kisah Sukses TKI Taiwan Jadi Kepala Desa Kepala Desa Sinar Petir, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus ini adalah mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Taiwan. Selain menjadi Kades, ia juga mempunyai perkebunan kakau dan budidaya ikan. |
 |
Herlan Indrawan, TKI Sukses Korea dengan Tiga Usaha Herlan Indrawan (36), mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan ini sudah menuai sukses. |
|
|