Setelah lebih tiga bulan, jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) dan anaknya yang menjadi korban mutilasi di Malaysia tiba di rumah duka Desa Sukodono, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (2/11).
Jasad Siti Suramlah, dan Saiful Bahri disambutan tangis histeris keluarga. Saat tiba, kedua jenazah langsung dishalatkan dan dimakamkan di pemakaman setempat.
Korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini menjadi korban pembunuhan oleh delapan orang di Malaysia. Korban tewas dimutilasi lima belas potong. Sementara anak korban yang baru berusia satu tahun tewas dengan luka sayatan di sekujur tubuh.
Keluarga korban tak henti-hentinya mengutuk sikap pemerintah yang sangat lambat memulangkan jenazah. Kepada pemerintah, keluarga korban juga meminta delapan tersangka pelaku mutilasi dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya. (*)