Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Soleh (35), asal warga Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi. Kematian bapak dua anak dianggap tidak wajar karena penyebab kematiannya diduga dianiaya polisi Arab Saudi setelah ketahuan membawa TKI ilegal.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Is'af Desa Kalabaan, Kecamatan Gulukguluk, Jurjiz Muzammil, mengatakan, kabar meninggalnya TKI tersebut disampaikan oleh warga Sumenep melalui telepon yang kebetulan melihat peristiwa yang menimpa korban.
"Kabar ini dapat dipertanggungjawabkan, karena yang menyampaikan kepada saya, orang asli Sumenep yang sekarang menjadi mukimin di Arab Saudi. Namanya Totok," kata Jurjiz kepadaSurabaya Post, Rabu (23/11).
Jurjiz, yang juga Ketua Forum Kiai Muda (Forkim) Sumenep menjelaskan, korban diketahui membawa TKI ilegal. Saat hendak dihentikan oleh polisi, korban tidak mau, sehingga polisi mengejar. "Korban terus dikejar oleh polisi dan akhirnya tertangkap. Lalu, dibawa ke markas polisi. Kemungkinannya dipukul hingga meninggal di markas polisi Arab Saudi," ujarnya.
Sayangnya, informasi yang diterima pihaknya tidak detil, tentang di wilayah mana korban ditangkap polisi dan meninggal dunia. Dia yakin, jika kematian korban ada dugaan penganiayaan yang dilakukan polisi Arab Saudi. Sebab, sebelumnya korban dalam kondisi baik-baik dan tidak mempunyai latar belakang penyakit yang berisiko tinggi.
Saat ini, kata dia, pihak keluarga menunggu kabar berikutnya dari Arab Saudi dan meminta pemerintah ikut membantu agar jenazahnya dapat dipulangkan ke tanah air. "Keluarga dalam kondisi berduka dan shock mendengar kabar tersebut. Bahkan, dua anaknya dan istri korban selalu henteris," pungkasnya