Dunia TKI
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi | Pengaduan TKI | Karya TKI | TKI Professional | Berita Dunia | Download
Kirimkan tulisan atau informasi Anda yang bermanfaat bagi pembaca lainnya ke redaksi@duniatki.com atau aedna2011@hotmail.com
Search : 
 
 
Baca Juga : Memulai Usaha setelah Pulang bekerja di Luar Negeri

Pulang Usai Bekerja di Luar Negeri

Kepulangan TKI dapat terjadi terjadi karena beberapa hal diantaranya :
a. Berakhirnya masa perjanjian kerja;
b. Pemutusan hubungan kerja sebelum masa
perjanjian kerja berakhir;
c. Terjadi perang, bencana alam, atau wabah penyakit di negara tujuan;
d. Mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan tidak bisa menjalankan pekerjaannya lagi;
e. Meninggal dunia di negara tujuan;
f. Cuti; atau
g. Dideportasi oleh pemerintah setempat.

 

Dalam hal TKI meninggal dunia di negara, pelaksana penempatan TKI berkewajiban:
a. Memberitahukan tentang kematian TKI kepada keluarganya paling lambat 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam sejak diketahuinya kematian tersebut;
b. Mencari informasi tentang sebab-sebab kematian dan memberitahukannya kepada pejabat Perwakilan Republik Indonesia dan anggota keluarga TKI yang bersangkutan;
c. Memulangkan jenazah TKI ke tempat asal dengan cara yang layak serta menanggung semua biaya yang diperlukan, termasuk biaya penguburan sesuai dengan tata cara agama TKI yang bersangkutan;
d. Mengurus pemakaman di negara tujuan penempatan TKI atas persetujuan pihak keluarga TKI atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara yang bersangkutan;
e. Memberikan perlindungan terhadap seluruh harta milik TKI untuk kepentingan anggota
keluarganya; dan
f. Mengurus pemenuhan semua hak-hak TKI yang seharusnya diterima. Dalam hal terjadi perang, bencana alam, wabah penyakit, dan deportasi Perwakilan Republik Indonesia, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah bekerja sama mengurus kepulangan TKI sampai ke daerah asal TKI.

SEBELUM PULANG KE TANAH AIR

Setiap kali pulang ke tanah air, pastilah ada gejolak di dalam hati setiap TKI yaitu tetap tinggal di tanah air atau kembali lagi berangkat ke luar negeri. Keputusan tersebut tidak dapat dijelaskan di sini secara tepat mengingat siatuasinya berbeda dari satu orang dengan orang lainnya.
Apapun pilihan anda ada baiknya sebelum pulang ke kampung rencanakanlah kepulangan dengan baik. Tiket adalah tanggung jawab majikan namun anda harus pikirkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Hak-hak selama bekerja: Anda harus pastikan bahwa hak-hak anda memang telah dipenuhi majikan. Banyak kasus dimana hak-hak gaji seseorang buruh migran baru diberikan semuanya pada saat pulang. Biasanya dibayar dengan menggunakan cek atau bank draft dan diberikan dalam keadaan yang tergesa-gesa agar si TKI tidak meneliti jumlah yang ditulis di dalam cek. Setelah tiba di Indonesia baru tahu bahwa jumlah yang dibayarkan kurang dari yang seharusnya. Ada juga yang berjanji akan membayarkan ketika telah pulang ke Indonesia,
    namun kenyataannya tak pernah dibayarkan sama sekali. Intinya banyak sekali tipu muslihat yang bisa terjadi.
  2. Barang bawaan: membawa barang bawaan terlalu banyak selain merepotkan juga akan menambah beban biaya. Maskapai penerbangan menerapkan biaya beban yang mahal untuk kelebihan batas yang diijinkan. Banyak hal terjadi, barang-barang tersebut akhirnya ditinggalkan di bandara karena biaya yang harus ditanggung menjadi lebih mahal dari benda yang akan dibawa.
  3. Kejahatan di perjalanan: banyak orang yang menganggap bahwa TKI adalah orang yang banyak uangnya sehingga menjadi sasaran pemerasan. Pelakunya bisa siapa saja: bisa petugas di bandara, petugas bank, valas jalanan, sopir, preman, tukang ojek, dsb. Karena ketidak mengertian misalnya, seorang TKI yang kehilangan barang bawaannya dimintai uang Rp 1 juta, padahal kehilangan bagasi cukup melaporkan ke petugas bandara bagian Lost and Found atau kargo dan kita bisa menuntut agar barang tersebut dikirimkan ke alamat kita di rumah.
  4. Perubahan sikap dan penampilan: selama bekerja di luar negeri sudah tentu mempengaruhi sikap dan cara berpikir kita. Keberhasilan bekerja dan memiliki uang sudah tentu membuat kita ingin tampil berbeda dari sebelumnya. Hal itu lumrah. Kita pun punya hak untuk mengekspresikan diri kita. Namun perubahan itu harus disadari karena tidak selalu berdampak baik. Perubahan sikap dan penampilan bisa membawa ketegangan dengan keluarga dan masyarakat yang disebut dengan shock culture. Cara berbicara juga sedikit banyak akan berpengaruh dengan logat bahasa di mana kita bekerja. Cepat sesuaikan dengan logat lokal sehingga keluarga anda tidak merasa asing atau sebaliknya. Kasus perceraian paling banyak terjadi di kalangan keluarga TKI, antara lain disebabkan shock culture tadi atau karena suami menyeleweng atau menghambur-hamburkan uang dengan berjudi dan bermain perempuan. Selain ketegangan dengan keluarga, penampilan dan gaya berlebihan biasanya menjadi gunjingan masyarakat. Oleh sebab itu lebih baik tampil sederhana daripada tampil berlebihan. Umumnya seorang TKI yang baru saja bekerja dari luar negeri mengamati peluang bekerja di dalam negeri sambil beristirahat dan menikmati hasil jerih payah bekerja bertahun-tahun di negeri orang. Kalau bekerja di luar negeri menimbulkan kedukaan, tentu saja tak seorang pun akan berangkat kembali, apalagi ke perusahaan atau majikan yang sama. Kalaupun akan berangkat lagi, akan mencoba mencari majikan yang baru, siapa tahu akan menemukan orang yang lebih baik. Tapi tidak sedikit pula yang sudah merasa betah di luar negeri, kalaupun ada masalah, umumnya masalah tersebut dapat dilalui bersama dengan berjalannya sang waktu. Yang pasti, kalau hasil pendapatan di luar negeri belum memberikan wujud berupa barang atau asset, maka umumnya pilihan adalah kembali lagi bekerja untuk mencari modal. Apalagi bila kondisi di tanah air belum mendukung, misalnya lowongan pekerjaan masih sempit, belum memiliki modal untuk memulai usaha, situasi keluarga masih semrawut sehingga tidak pernah merasa betah berkumpul dengan keluarga sendiri.

KEPULANGAN KE DAERAH ASAL

Kedatangan TKI di Terminal 2 (Bandara Soekarno-Hatta)

TKI transfer (pindah pesawat)

  • Setelah sampai di Bandara Soekarno Hatta (Terminal 2), TKI melapor di transfer desk
  • Diberi petunjuk oleh Operator Penerbangan
  • Menuju counter Imigrasi untuk menyelesaikan proses keimigrasian.
  • Mengambil bagasi dan menyelesaikan custom clearance.
  • Keluar dari Terminal 2 (D/E), mengikuti prosedur penumpang transfer (umum).
  • TKI transfer yang tidak ada penerbangan hari itu, dibawa ke Terminal 3 (ex. IAS Bandara Soekarno-Hatta) melalui jalur khusus atau ikuti petunjuk petugas. TKI transit (menggunakan penerbangan yang sama) dengan mengikuti prosedur penumpang transit pada umumnya.

TKI non transfer/transit (penerbangan berakhir di Jakarta)

  • Menyelesaikan proses keimigrasian di counter Imigrasi.
  • Mengambil bagasi dan para TKI beserta barang-barangnya dipandu menuju kejalur khusus.
  • Naik bus angkutan sisi udara, kemudian di bawa ke Terminal 3.

    Proses dari Terminal 2 ke Terminal 3.
    - TKI dan bagasinya naik ke bus angkutan sisi udara, diberangkatkan ke Terminal 3 melalui sisi udara;
    - Di Terminal 3, bus angkutan sisi udara menurunkan penumpang di tempat yang telah ditentukan;
    - Para TKI masuk ke Terminal 3. Kedatangan TKI di Terminal 3
    - Menyelesaikan custom clearance (CIQ), kemudian menuju counter pendataan
    - TKI yang sakit dibawa ke ruang kesehatan (klinik) untuk mendapatkan perawatan
    - TKI bermasalah ditangani langsung oleh petugas yang ditunjuk;
    - Pendataan TKI meliputi :
    a. Nama;
    b. Alamat;
    c. Tujuan daerah kepulangan TKI yang telah didata dikelompokan sesuai jurusan/tujuan kepulangan, dan diberitahu ongkos perjalanan yang harus dibayar di counter pembayaran yang telah disediakan

    Berdasarkan pengelompokkan jurusan kepulangan TKI, petugas mengalokasikan kendaraan sesuai jumlah yang akan diangkut Setelah seluruh TKI dan barang-barangnya naik ke kendaraan pengangkut TKI, kendaraan diperintahkan untuk berangkat melalui jalur yang telah ditetapkan ke daerah.

    Bagaimana mengurus Penerbangan Lanjutan (Connecting Flight) Bagi saudara yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan pesawat yang Saudara naiki tidak langsung ke negara atau kota yang dituju, namun harus ganti pesawat di Bandara Transit, maka Saudara harus melaporkan di Transfer Desk dengan menunjukkan :
    - Paspor dan Visa
    - Tiket Perjalanan
    - Boarding Pass
    - Kartu Bagasi (bagasi secara otomatis akan berpindah ke pesawat lain yang dituju).
    Selanjutnya Saudara akan mendapatkan boarding pass baru yang menunjukkan pesawat dan nomor tempat duduk baru.

 

MEMPERPANJANG PASPOR
Bagi TKI yang masa berlakunya paspor sudah habis akan memperpanjang Perjanjian Kerja. TKI dapat memperpanjang paspor di dalam negeri atau di luar negeri.

  • Perpanjangan paspor di dalam negeri di kantor Imigrasi di mana paspor TKI tersebut diterbitkan dengan menunjukkan Re-entry Visa atau Bukti Perpanjangan Perjanjian Kerja
  • Bila paspornya sudah habis masa berlakunya namun TKI akan memperpanjang perjanjian kerja dengan tidak kembali ke Indonesia, paspor tersebut dapat diperpanjang di KBRI atau KJRI atau KDEI di mana Saudara bekerja dengan menunjukkan :
    a. Paspor Lama
    b. Perpanjangan Perjanjian Kerja
    c. Bukti Perpanjangan Ijin Tinggal

Memulai Usaha


TELUSURI BAKAT SEBELUM MEMULAI USAHA


Semua orang yang berangkat menjadi TKI tentu menginginkan kesuksesan baik saat bekerja di luar negeri maupun setelah pulang ke negeri sendiri. Tentu saja banyak contoh yang berhasil setelah bekerja di luar negeri, namun kembali gagal setelah tiba di kampung halaman.

Keberhasilan ditandai dengan bertambahnya kemakmuran atau harta kekayaan maupun keberhasilan keluarga dari kemiskinan dan menyekolahkan anak.
Namun tak sedikit pula kegagalan yang terjadi, entah itu gagal mengumpulkan hasil kerja selama bertahuntahun, atau juga gagal mempertahankan keluarga yang semula menjadi alasan pokok seseorang untuk merantau ke luar negeri. Semua orang di dunia bercita-cita menjadi orang yang "sukses" walaupun apabila ditanya apa yang dimaksud dengan sukses maka jawabannya sangat beragam dan umumnya tidak jelas. Kebanyakan orang mengatakan bahwa sukses itu adalah keberhasilan mencapai tujuan atau cita-cita, akan tetapi kalau ditanya apa yang dimaksud dengan tujuan atau cita cita, maka jawabannya pun sering tidak jelas.
Banyak orang yang berharap apabila bisa meniru orang-orang sukses, maka dengan sendirinya akan ikut menjadi sukses. Untuk memulai kehidupan baru di tanah air ada dua pilihan pokok yaitu: bekerja kembali di dalam negeri atau memulai usaha sendiri.
Bekerja di dalam negeri nampaknya agak sulit dan kurang menarik karena dari sisi penghasilan kurang memadai. Sedangkan untuk memulai usaha baru diperlukan pengenalan diri. Maka kenalilah potensi diri Anda agar dapat berhasil dengan baik.
Mengapa demikian? Ada Jalan ada Cara Buku-buku dan seminar tentang sukses, kebanyakan membahas cara-cara sukses, seperti kerja keras, pantang menyerah, fokus, belajar, berlatih dan lain sebagainya. Walaupun cara-cara tersebut merupakan upaya yang sangat penting untuk dilakukan, akan tetapi belum tentu akan memberikan hasil hanya apabila dilakukan pada jalan yang benar.

Perbedaan antara JALAN dan CARA yaitu :
Cara adalah : How? atau bagaimana?
Jalan adalah : Which? atau yang mana?
Bila JALAN salah dan CARA salah, sudah pasti tujuan tidak akan pernah tercapai;
Bila JALAN salah tetapi CARA benar, maka anda juga akan mencapai tujuan yang salah;
Bila JALAN benar tetapi CARA salah, maka kemungkinan akan sulit untuk mencapai tujuan atau membutuh waktu lama sekali untuk mencapainya; Bila JALAN benar dan dilakukan dengan
CARA yang benar, maka dapat dipastikan akan bisa mencapai tujuan. Manusia diciptakan dengan sangat unik dan jalan menuju suksesnyapun berbeda beda sesuai dengan potensinya masing masing.

Bagaimana memilih jalan yang benar? Untuk menemukan jalan yang benar, ada tiga sudut pandang yang berbeda yaitu:

Pertama : Bersihkan Hati dengan Iman dan Takwa, Berusaha dengan semangat tinggi, kemudian Tuhan pasti akan menunjukkan jalan yang terbaik bagi kita.

Kedua : Berusaha dengan semangat yang tinggi, bekerja keras, pantang menyerah, kalau gagal segera cari jalan lain, pada akhirnya nanti anda akan menemukan jalan yang paling benar.

Ketiga : Temukan potensi (Talenta/Bakat) yang diberikan oleh Tuhan, kembangkan potensi dengan ilmu dan keterampilan yang sesuai, pilih peran yang sesuai dengan bakat dan berusahalah dengan penuh semangat karena kemungkinan disitulah jalan terbaik bagi Anda.
Dengan bekal pengetahuan dengan sudut pandang di atas, masing-masing orang bisa memilih, dari sudut sebelah mana dia akan menemukan jalan suksesnya masing-masing.

Tahukah Anda apa Bakat Anda? Ini persoalan pokok yang tengah kita hadapi di Indonesia. Tingkat kesesuaian pendidikan dengan pekerjaan yang digeluti sangat rendah relevansinya. Misalnya, sarjana pertanian menjadi penulis, sarjana hukum menjadi kepala dinas perikanan, teknik nuklir menjadi pemasar, teknik sipil menjadi kepala rumah sakit.
Ya itulah yang terjadi di tengah sulitnya lapangan pekerjaan dewasa ini. Banyak orang yang memasuki bidang pekerjaan walaupun tidak sesuai dengan skill atau pendidikan yang dimilikinya. Padahal untuk sukses dalam pekerjaan diperlukan tiga aspek yaitu bakat (tallent), ketrampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Mari kita bandingkan dengan berbagai negara maju lainnya. Tingkat kesesuaian pendidikan semakin tinggi sehingga produktivitas kerja akan semakin tinggi. Kita ambil contoh Canada tingkat kesesuaian latar belakang pendidikan mencapai (20%), Amerika (12%), sementara Indonesia hanya (2%).

Pendapat ini dikemukakan Endro Prasetyo Aji, talent associate Lead Pro -- sebuah perusahaan yang menangani pemanduan bakat pekerja – kepada Dunia TKI dalam acara Job Expo yang diadakan baru-baru ini di Senayan Jakarta. Ketiga faktor utama: bakat, ketrampilan, dan pengetahuan tadi akan menjadi kekuatan utama bagi seseorang untuk dapat mengembangkan dirinya. Bakat ini sendiri, menurut dia, dihasilkan dari hasil riset bertahun-tahun oleh Organisasi Gallup di Amerika yang melakukan penelitian terhadap 2 juta pegawai dan 80 ribu manager dari berbagai jenis industri.

Dari hasil riset tersebut didapati 400 sifat manusia yang bisa meningkatkan produktivitas. Dari 400 sifat ini dikelompokkan ke dalam empat jenis tipe yaitu: motivasi (striving), pemikir (thinking), suka berhubungan dengan orang lain (relating), dan mempengaruhi (impacting) yang selanjutnya diuraikan ke dalam 34 sifat bakat atau talenta. Guru penting memiliki jiwa memotivasi, pembantu rumah tangga senang membantu orang lain (memiliki kepedulian dengan orang lain), Bakat merupakan pola pikiran, perasaan dan perilaku yang alami yang dilakukan berulang-ulang, produktif dan bersifat positif. Masalahnya, bakat tersebut terbentuk sejak bayi berumur 2 bulan (60 hari) sampai dengan 16 tahun.

Setelah itu bakat ini hanya berubah sangat sedikit. Menurut Rama Royani, pendiri Lead Pro, pendekatan dengan menggali bakat ini akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan kita mengetahui sisi negatif seseorang saja. Jauh lebih positif karena bakat bisa dikembangkan semaksimal mungkin karena kita fokus pada kekuatan yang kita miliki bukan fokus pada kelemahan yang harus diperbaiki.
Banyak teori yang berkembang sebelumnya lebih berorientasi pada sisi negatif. Untuk itu seorang ahli psikologi dari Nebraska Amerika Serikat, Profesor Donald Clitton mengembangkan psikologi positif. Psikologi yang mengetahui kelemahan seseorang jauh lebih membatasi seseorang dibandingkan dengan pendekatan psikologi positif yang dapat mengembangkan. Dari psikologi positif ini lah Donald yang dikenal sebagai Grandfather of Positif Psychology dilahirkan bakat-bakat dominan yang dapat dikembangkan menjadi profesi-profesi tertentu.

Tidak mungkin orang yang tidak memiliki jiwa melayani disuruh bekerja di bidang pelayanan.
Demikian pula sebaliknya orang yang tidak memiliki ketelitian harus menangani bidang-bidang yang menuntut ketelitian tinggi. Gallup tahun 2001 telah menghasilkan 5 bakat dominan yaitu: keras kepala, tidak sabar, curiga/ khawatir, deliberative (hati-hati), dan kaku. Secara ringkas mereka yang keras kepala ini akan berhasil bila terjun sebagai pengacara, mereka yang kaku
akan berhasil bekerja sebagai pengawas atau pemeriksa, mereka yang tidak sabar dapat berhasil bila mendalami dunia usaha atau entreprenur dsb.

Secara ringkas uraian masing-masing bakat atau talenta dan peran yang sesuai dijelaskan secara ringkas di bawah ini.

RELATING TALENTS (Talenta Berhubungan), umumnya menciptakan, membangun dan mempertahankan hubungan.

  1. Communication, mudah sekali mengungkapkan apa yang dipikirkan dengan kata-kata atau tulisan yang mudah dimengerti orang lain. Terdapat pada peran Pengajar, Sales, Marketing, MC, Pengacara, Layanan pelanggan, Penulis.
  2. Empathy, dapat merasakan perasaan orang lain denga cara membayangkan dirinya sebagai orang lain. Bakat ini sering terdapat pada peran Sales, HRD, Guru TK/SD, Juru rawat,Operator Telepon, Psiater, Dispatcher, Layanan pelanggan dsb.
  3. Harmony, dapat bekerja sama secara baik dengan orang lain. Terdapat pada peran berikut: membangunan jaringan antara orang-orang dengan cara pandang yang berbeda, juru damai,
    penasehat.
  4. Includer/Inclusiveness: kecenderungan untuk menerima semua orang dan selalu berusaha agar semua orang mempunyai rasa memiliki kelompok. Terdapat pada peran berikut:
    motivator kelompok, mewakili suara-suara yang minoritas, pemimpin di kelompok dengan latar budaya beragam, mentor bagi mereka yang baru bergabung didalam organisasi.
  5. Individualization: melihat keunikan dan masingmasing orang secara individual bukan secara kelompok Terdapat pada peran berikut: Manager, Penasihat, Rekrutment, Supervisor, Pengajar, Penulis artikel tentang manusia, Sales, HRD.
  6. Relator, menikmati hubungan yang dekat dengan orang lain secara pribadi. Terdapat pada peran berikut: Account sales, katalisator dalam hubungan kepercayaan, bisa menjadi model
    peran dalam hubungan kepercayaan.
  7. Responsibility, secara psikologis merasa berhutang untuk memenuhi apa yang telah dijanjikan baik terucapkan maupun tidak. Terdapat pada peran berikut: Account Sales, HSE, Manager, Keuangan, Quality Control, Keamanan.

IMPACTING TALENTS (Talenta Mempengaruhi), terdiri dari tema-tema bakat yang umumnya dapat memotivasi orang lain untuk beraksi, bakat-bakat ini mendorong seseorang untuk menyiapkan jalan untuk diikuti oleh seseorang maupun kelompok kemudian membuatnya bergerak sepanjang jalan tersebut. Mereka yang memiliki bakat-bakat ini akan merangsang orang lain untuk lebih produktif, untuk menggapai kesempurnaan dan untuk memaksimalkan potensi pribadi.

  1. Command: ingin menjadi penaggung jawab dan yang lain kadang melihatnya sebagai "suka mendesak/memaksa" terdapat pada peran berikut: Sales, Negosiator, Wartawan, Pengacara,
    Komando, HRD, Pembelian.
  2. Competition: suka mengukur kemajuan orang lain dan dalam perlombaan selalu berusaha menjadi nomor satu. Terdapat pada peran berikut: Sales, Pelatih Olahraga.
  3. Developer: mendapatkan kepuasaan dari melihat kemajuan masing-masing individu. Terdapat pada peran berikut: Manager, Guru, Pelatih, Pembimbing, Petugas sosial.
  4. Maximizer: kecenderungan untuk mempelajari yang terbaik dan membuatnya menjadi lebih baik lagi. Terdapat pada peran berikut: peran dimana dia bertugas membantu orang hebat menjadi sukses, seperti Pelatih tim juara, Manager, Mentor, Guru, Transformational leader.
  5. Positivity: memiliki antuasiasme yang menular dan dapat membuat orang lain terbakar semangatnya terdapat pada peran berikut: pengajar, Entertainer, Motivator, Sales, Manager,
    Enterpreuner atar leader.
  6. Woo (winning others over), keinginan yang sangat kuat untuk mendapat pengakuan dari orang lain dan bekerja sungguh untuk mendapatkannya. Terdapat pada peran berikut:
    Duta organisasi, Sales, SPG, Jurkam, Entertainer, Telepon Operator, Resepsionis.

STRIVING TALENTS (Talenta Pencapaian), terdiri dari tema bakat yang umumnya digunakan
untuk mendorong dirinya menuju hasil, bakat ini memotivasi dirinya nerealisasikan sesuatu kemudian mencari hasil yang lebih baik lagi.

  1. Achiever, punya stamina yang tinggi dan selalu bekerja keras, kepuasan hidupnya timbul dari kesibukan dan dari memberikan hasil. Terdapat pada peran berikut: Sales, teknisi proyek, Teknisi lapangan, Pekerja Lapangan, Relawan, Petugas SAR.
  2. Activator, dapat membuat sesuatunya terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan. Terdapat pada peran berikut: Usaha-usaha baru atau memerlukan perubahan besar, Enterpreuner, Sales.
  3. Adaptibility, melakukan tugas dengan apa yang diterimanya disaat itu. Peran yang mungkin
    sesuai: Wartawan, Produksi Live TV, Perawatan gawat darurat, Pelayanan pelanggan, Pemadam kebakaran, Dispatcher.
  4. Belief, memiliki tatanilai inti tertentu yang tidak pernah berubah . Terdapat pada peran berikut: pelayan pelanggan, customer service manager, maintenance, perawat, pekerja sosial, relawan.
  5. Dicipline: secara spontan menciptakan organisasi, sistem dan prosedur, mereka beresonansi dengan dunia yang teratur. Terdapat pada peran berikut: keuangan, sekretaris, administrasi, petugas ISO, kearsipan, akunting, MIS, dan programer.
  6. Fokus: mengambil arah mengikutinya, membuat koreksi seperlunya untuk tetap berada di jalur yang benar. Terdapat pada peran berikut: project officer, team leader, tugas yang memerlukan
    fokus.
  7. Restorative: kemapuan untuk mengembalikan segala sesuatu ke fungsi aslinya. Terdapat pada peran sebagai berikut: pengobatan, konsultan, perusahaan, customer service, teknisi, perbaikan, terapis, business process reenginering.
  8. Self assurance: memiliki panduan dari dalam dirinya untuk mengatur dirinya sendiri. Terdapat pada peran berikut: dia akan sangat baik kalau diminta untuk membuat banyak keputusan
    seperti leader, sales, legal atau entrepreuner.
  9. Significance: memeliki kebutuhan untuk ditonton sebagai orang yang menonjol di mata orang lain. Terdapat pada peran berikut: marketing, presenter, MC, juru kampanye, dan sales.

THINKING TALENTS (Talenta Pemikir):
Terdiri dari bakat-bakat yang umumnya melibatkan tata cara manusia mengumpulkan, memproses dan membuat keputusan berdasarkan informasi maupun gambaran mental.

  1. Analitical: mencari alasan dan sebab akibat. Terdapat pada peran berikut: analis, periset, manajemen database, editing, manajemen risiko, akunting, programmer.
  2. Arranger: dapat mengorganisir akan tetapi juga memliki kelenturan yang membantu pengaturannya. Terdapat pada peran berikut:
    supervisor, manager, event organiser, programmer.
  3. Connectedness: memiliki keyakinan dalam menjelaskan gejala secara batin. Terdapat pada peran berikut: pendengar dan pemberi saran, konselor, leader dalam membangun team yang
    berbeda atau membantu orang merasa berguna.
  4. Consistency/Fairness: memiliki bakat untuk melihat kesamaan orang. Terdapat pada peran berikut: hakim, quality surveyor, petugas komisioning, petugas kontrol.
  5. Context: belajar melalui riset tentang masa lalu. Terdapat pada peran: guru sejarah, arkeolog, penyusun budaya perusahaan, hakim.
  6. Deliberative: berhati-hati, kadang skeptis, memiliki karakter melihat sebelum meloncat. Terdapat pada peran berikut: pilot, pemberi saran dan nasehat, mungkin cocok untuk urusan
    legal, membuat kontrak bisnis yang baik atau memastikan kesesusaian aturan dan standar.
  7. Futuristik: dapat memberikan inspirasi pada rekan lainnya dengan visinya melihat masa depan. Terdapat pada peran sebagai berikut: entrepreuner, perencana jangka panjang, visioner, membuat visi organisasi dan pengembangan produk baru.
  8. Ideation: menyukai diskusi kelompok yang bebas dan baik sekali di dalam brainstorming. Terdapat pada peran berikut: marketing. Advertensi, wartawan, perancang dan pengembang produk baru.
  9. Input: hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan ingin memperbaiki terus menerus. Terdapat pada peran berikut: pengajar, periset, wartawan, estimator, petugas arsip.
  10. Intellection: suka meneliri, lebih menyukai diskusi intelektual khususnya filosofy. Terdapat pada peran yang berhubungan dengan filosofi atau psikologi.
  11. Learner: suka ditantang oleh kesempatan belajar. Terdapat pada peran berikut: konsultan internal dan eksternal, teknisi IT, guru atau katalisator perubahan.
  12. Strategic: dapat melihat pola dari pengalaman dan data. Terdapat pada peran berikut: perencana strategis, manager, dan leader. Memulai Usaha di Tanah Air Memulai usaha tidaklah segampang mengucapkannya. Sudah tentu lebih banyak yang gagal daripada yang berhasil. Namun demikian jangan pernah takut untuk bangkit dari kegagalan, karena tak satu pun manusia di muka bumi ini yang tak pernah gagal. Mereka yang berhasil pun merupakan orang-orang yang gagal dan memperbaiki penyebab kegagalannya.


Untuk memulai usaha paling tidak dibutuhkan hal-hal sebagai berikut:


Ini adalah sebuah pertanyaan yang selalu menghantui dan menggelayuti hati atau benak setiap orang yang mendengar atau melihat kegagalan sebuah bisnis. Hal inilah yang menciptakan stimulasi rasa ketakutan yang sangat merisaukan para entrepreneur muda sehingga akhirnya memunculkan "demotivasi" yang sangat besar dan kemudian menjadi halangan untuk terjun ke dunia bisnis.

Ketakutan akan kegagalan sebuah bisnis itu banyak diawali dari ketidaktahuan konsep memulai yang seringkali kita remehkan sehingga kita memasuki bisnis dengan "mata tertutup" atau "buta arah" dan akhirnya bisnis tidak berkembang karena kehabisan modal atau berputus asa. Bisnis yang tidak berkembang banyak diawali dari cara yang biasa-biasa saja atau apa adanya (sesuai dengan kebanyakan orang membuka bisnisnya atau menirunya) bahkan dengan cara yang salah dan berakhir dengan hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, yaitu bisnis yang "growth" (bertumbuh).

Anda telah mengetahui apa itu labirin. Labirin adalah sebuah jalan yang berliku-liku, dimana didalamnya ada jebakan (trap) yaitu: jalan-jalan buntu yang menghalangi Anda keluar dengan
mudah, namun ada satu jalan yang bisa anda lalui yang akan berakhir di pintu yang berbeda, walaupun semua orang mengawalinya dari pintu yang sama. Masing-masing orang mempunyai jalan pikiran yang tidak sama, padahal keinginan akhir dalam berbisnis adalah sama, yaitu "sukses", tetapi pada akhirnya siapa yang mengetahui peta labirin itulah yang akan mempunyai gambaran yang lebih baik di bandingkan jika anda berjalan tanpa peta (pedoman).

Cara untuk mengetahui peta labirin adalah dengan menggunakan salah satu teori dalam "The Basic of Creativity Thingking" yaitu melihat dari sisi yang berbeda, yaitu dari atas, baru kemudian anda masuk kembali ke dalamnya.

Memulai Segala Sesuatu dengan Baik Belum Tentu Menghasilkan Sesuatu Sesuai dengan Yang Diharapkan Maksudnya adalah kita sudah memulai bisnis dengan baik, sudah menata seperti toko atau bisnis yang lain, dengan tempat yang sesuai selera kita, namum tidak mempunyai uang untuk membuat lebih baik dan sebagainya. Hal itu memang sudah baik,
tetapi baik untuk siapa? Baik itu belum tentu benar, dan benar tentu baik.

Jadi, mulailah dengan baik menurut kacamata calon pelanggan anda, dan bukan kacamata anda tentunya!!! Dan, lakukan dengan benar sesuai pedoman memulai bisnis yang benar (coba tanyakan kepada orang yang sudah pernah sukses bila perlu). Banyak orang sudah menekuni bisnis cukup lama (1-2 tahun), ulet, kerja keras, dan tekun mempersiapkannya. Promosi juga sudah dilakukan, modal juga ada.
Namun, mengapa bisnis belum juga berkembang? Jawabnya adalah bahwa anda memulainya bisnis itu untuk anda, bukan untuk calon pelanggan anda, karena semuanya memang dipersiapkan menurut asumsi yang benar bagi benak anda.

Sementara itu bagi pelanggan:
1. Pelanggan belum mengetahui dengan jelas apa yang anda jual.
2. Pelanggan tidak tahu apa yang menarik dari produk atau jasa yang anda tawarkan.
3. Anda memulainya dengan biasa-biasa saja. Jadi, pelanggan berkata "Ah, itu biasa saja, masih lebih baik beli di sana."
4. Pelanggan menunggu setelah bisnis anda benarbenar disukai oleh banyak orang dan dipercaya.
5. Bisnis anda tidak dikenal, karena anda hanya terus menunggu.
6. Anda sering mengecewakan yang datang dan terus-menerus mencari yang baru.

Mengawali Sebuah Bisnis dengan "SMART" Manurut pemikiran saya, dalam situasi sekarang
ini bila anda memulai dan menjalankan bisnis anda dengan "biasa-biasa saja" atau istilah "apa adanya" maka anda akan menjadikan bisnis anda di urutan kesekian dari perusahaan yang lain.

Sebagai contoh, bila anda membuka toko atau warung di suatu tempat dan anda membuatnya apa adanya, yang penting jalan dan buka, namun andamenantikan kesuksesan (Kesuksesan memang membutuhkan waktu, tetapi bukan begitu cara memulai bisnis dengan "smart") hingga usaha anda hanya dipandang sebelah mata oleh calon pelanggan anda, maka calon pelanggan anda yang sedang lewat di depan toko anda akan melihat toko anda tidak menarik untuk didatangi karena dikelola dengan stengah-setengah.

Ia akan berkata, "Oh, itu ya toko yang baru buka? Yah, nanti aja deh datangnya!" setelah diberi tahu temennya tentang keberadaan toko baru anda sangat rawan ditahun pertama dan kedua berdirinya bisnis tersebut. Apalagi bisnis anda bergerak di produk yang bersifat over night yang artinya barang yang anda jual hanya bisa tahan dalam satu malam atau beberapa malam saja, sebagai contohnya makanan, roti, koran, majalah, dan lain-lain.


Faktor penyebab bisnis tidak berkembang adalah sebagai berikut:

  1. Tidak adanya impulse atau "greget" dari bisnis atau produk yang anda tawarkan dan komunikasikan kepada konsumen.
  2. Setiap calon pembeli atau pelanggan mempunyai benchmarking terhadap produk atau bisnis yang anda tawarkan (standarisasi). Mereka mempunyai persepsi, pengalaman, standar kualitas, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan quality concept. Misalnya selama ini orangorang sering makan soto di suatu tempat tertentu dan merasa nikmat, enak, murah, dan nyaman, lalu,
    tiba-tiba anda mendirikan sebuah usaha restoran atau warung soto yang sama dilokasi yang sama juga. Bila mutu (kualitas), rasa, harga, tempat, dan lain-lain dari produk anda tidak sebanding atau melampaui restoran yang telah anda, maka bisnis anda berada dalam bahaya.
  3. Anda tampil apa adanya. Sekalipun bisnis dan produk anda mampu mengalahkan produk pesaing potensial anda, hal itu belum menjamin kesuksesan jangka panjang bisnis anda, karena anda tampil apa adanya. Anda dinilai tidak memuaskan "hati", tetapi "pikiran" berkata bahwa menjual itu harus ke hati karena hati lebih dekat ke kantung konsumen dibandingkan pikiran.

    Atau istilahnya jarak kepala ke kantong lebih jauh dibandingkan jarak hati ke kantong konsumen. Oleh karena itu, juallah dengan cara yang berbeda, bukan apa adanya. Pengalaman Bekerja sebagai Nilai Tambah Bekerja di luar negeri tidaklah hanya untuk mendapatkan uang semata. Seharusnya setiap TKI yang bekerja ke luar negeri melihat secara seksama berbagai hal yang positif yang dapat ditiru dan dikembangkan di dalam negeri.

    Raihlah setiap kesempatan untuk mengembangkan diri, baik dengan mempelajari secara baik-baik kebudayaan setempat maupun meniru etos kerja dan kedisiplinan yang anda lihat di negera tersebut. Juga melihat bagaimana bisnis dan dunia usaha berkembang di sana dan apa yang bisa ditiru untuk dikembangkan kelak setibanya di tanah air.

    Banyak sekali bisnis yang berkembang di tanah air dewasa ini berasal dari negara-negara yang telah lebih dahulu maju. Contohnya, ketika bisnis minuman (air putih) dimulai di Indonesia banyak sekali orang yang menertawakan dan heran apakah bisnis tersebut dapat mendatangkan keuntungan. Buktinya, setelah berjalan lebih dari 20 tahun, bisnis air minuman ini berkembang dengan sangat pesat.

    Saat ini tengah berkembang bisnis mencuci pakaian kotor. Bisnis ini telah lama berkembang di Amerika beberapa puluh tahun yang lalu dan kini telah pula berkembang di Indonesia. Bisnis frachise atau beli merek dagang juga kini telah berkembang di Indonesia.

    Yang tak kalah pentingnya adalah juga mengembangkan bisnis yang sederhana misalnya rumah
    makan, persewaan alat pesta, atau bisnis lainnya dalam skala yang kecil.

Kita juga bisa melihat dari dekat bagaimana etos kerja orang Hong Kong dalam mengisi hari tua mereka. Bagaimana orang Jepang atau Singapura disiplin dalam waktu dan kehidupan sehari-hari. Demikian pula orang Jepang yang bekerja keras dan bertanggung jawab. Bagaimana kejujuran dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari di Taiwan, dsb.
Sebelum memulai usaha pertimbangkan bakat dan hobby Anda lalu mulailah berdasarkan:
1. Jumlah Modal
2. Risiko
3. Jenis Usaha
4. Kebutuhan Keahlian/pengalaman

Pertimbangkanlah matang-matang aspek tersebut, mulailah dengan skala kecil agar berisiko kecil pula. Karena setiap usaha membutuhkan proses belajar, sangat jarang usaha dimulai dan langsung berhasil. Bacalah Profil TKI yang berhasil klik disini

Sumber : Buku Saku Tenaga Kerja Indonesia
Penulis : A. Edison Nainggolan. Dunia TKI

    Berita Terbaru
Cegah Teroris dan TKI Ilegal
TKI Butuh Perlindungan Pemerintah
TKI JEMBER PULANG STRESS
KBRI bebaskan sembilan WNI dari hukuman mati
UT Beri Kesempatan Kuliah pada TKI
TKI ditemukan dalam koper pakaian di tangga hotel Kuala Lumpur
284 WNI Kasus Narkoba Divonis Mati di Luar Negeri
KUR Bisa Mencegah TKI dari Jeratan Rentenir
TKI di Malaysia Palsukan Dokumen
Bus Transjakarta koridor XI selesai, Kemacetan dimulai
 

 
    Berita Dunia
Teh Cegah Serangan Jantung & Diabetes
TKI Pamekasan Meninggal Dunia di Malaysia
TKW Indonesia Diperkosa 7 Pria di Arab Saudi
Cara positif menghadapi stress dengan makanan Antistres
TKI Selamatkan Majikan dari Serangan Pria Bugil Malaysia
Mahasiswa Taiwan Mendadak Tenar Setelah Dipeloroti Monyet Bali
TKI Dikabarkan Tewas Karena Dianiaya Polisi Arab Saudi
26 TKI Terancam Dihukum Pancung Di Arab Saudi
TKI Korban Mutilasi Disambut Histeris dan Kecewa yg Dalam
Ribuan TKI akan Dipulangkan dg Pesawat
 
Pusat Informasi TKI
Alur Proses Penempatan TKI
Mengenal PPTKIS dan BNP2TKI
Negara Tujuan TKI
Aturan Kerja di Luar Negeri
Pulang Bekerja di Luar Negeri
Daftar PPTKIS daerah DKI JAKARTA
Daftar PPTKIS daerah JATIM
Daftar PPTKIS daerah JABAR
Daftar PPTKIS daerah BANTEN
Daftar PPTKIS daerah JATENG
Daftar PPTKIS daerah RIAU
Daftar PPTKIS daerah SUMUT
Daftar PPTKIS daerah NTB
Daftar PPTKIS daerah LAMPUNG
Daftar PPTKIS daerah BALI
Daftar PPTKIS DI Yogyakarta
Daftar PPTKIS daerah KALBAR
Daftar PPTKIS daerah JAMBI
Daftar PPTKIS daerah NTT
Daftar PPTKIS daerah SUMBAR
Daftar PPTKIS daerah SUMSEL
Daftar PPTKIS daerah SULUT
Daftar PPTKIS daerah SULSEL
http://www.bnp2tki.go.id
  Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia. Badan ini mempunyai jangkauan hingga ke daerah-daerah kantong TKI dan menjadi rujukan yang dapat dipercaya karena merupakan badan pemerintah.
http://www.tkikorea.com
Website TKI yang berada di Koera dikerjakan oleh para awak  yang juga pekerja di tenah ginseng.
http://www.home.org.sg
  Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan diri dalam perlindungan TKI dan pekerja migrant umumnya yang berada di negara Singapura.
http://www.migrantcare.net
Lembaga Swadaya Masyarakat yang menaruh perhatian besar pada kondisi dan persoalan tenaga kerja Indonesia baik di negara tujuan maupun setelah kembali ke Indonesia.
Halaman Utama | Dalam Negeri | Timur Tengah | Asia Pasifik | Lowongan Kerja | Birokrasi
Pengaduan TKI | Terminal TKI | Karya TKI | About Us
Web Development by  sky vision media SKY VISION MEDIA
copyright ©2009-2010 duniatki.com All Rights Reserved